Bukit Rhema

BUKIT RHEMA (GEREJA AYAM)

Awal mulanya di tahun 1989, seorang bapak bernama Daniel Alamsjah yang berasal dari Bandar Lampung mendapat panggilan illahi untuk berdoa semalamandi atas sebuah bukit bernama Punthuk di daerah Borobudur. Hasil doanya semalaman Ia mendapatkan sebuah firman-Nya, Ia yang membesar du hadapannya di 1 Tawarikh 28:10, Ia menafsirkan ayat ini adalah sebuah perintah baginya untuk membangun sebuah Rumah Doa bagi segala bangsa dan untuk semua agama.

Melalui pergumulan doa yang cukup lama, banyak mukjizat yang terjadi dalam pembebasan tanah, di awal tahun 1992 dimulai pembangunannya dan kini bangunan tersebut sudah berbentuk burung merpati, walaupun belum sempurna pengunjung dari berbagai suku bangsa datang untuk melihat karena bentuk dan kontruksinya yang unik berbentuk merpati yang terbesar di dunia, dan dari puncak crownnya kita dapat memandang keindahan alam sekitar candi Borobudur yang dikelilingi oleh gunung – gunung, Sumbing, Tidar, Merbabu, Merapi, Suroloyo yang sangat menakjubkan.

Di basement ada ruang kamar – kamar berbentuk gua yang dapat digunakan untuk berdoa pribadi atau kelompok. Jaraknya dari Yogyakarta sekitar 45 kilometer. Pemandangan dari ketinggian memikat disaksikan dari tempat ini ketika pagi hari. Lokasinya tersembunyi cukup jauh, yakni di perbukitan Magelang, Jawa Tengah, namun namanya kini tengah mendunia.

Bangunan yang diprakarsai oleh Daniel Alamsjah dikenal dengan sebutan Gereja Ayam, Ini karena bentuknya mirip seekor ayam yang tengah duduk di tanah di bagian kepalanya terdapat sebuah mahkota. Bentuk bangunannya cukup besar, di mana bagian dalamnya terdapat ruang besar dan kamar-kamar. Hanya saja, Daniel Alamsjah mencoba meluruskan bahwa bangunan itu bukanlah berbentuk ayam, melainkan burung merpati.

Bagian – Bagian Gereja Ayam

  • Tingkat Pertama, Langit-langit Gereja

Di sini, pengunjung dapat menyaksikan secara keseluruhan ruangan gereja ayam, dengan beberapa pilar yang terbengkalai di sudut bagian ekor dan jendela-jendela berbentuk bunga di tiap sisinya. Apabila jeli, pengunjung juga dapat menyaksikan motif salib pada langit-langit bangunan.

  • Tingkat Kedua, Leher Ayam

Pada tingkatan ini, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan melalui jendela-jendela kecil berbentuk jajar genjang yang terpasang di leher . Termasuk pemandangan alam yang berpadu dengan badan hingga ekor si ayam yang disaksikan dari posisi leher ayam.

  • Tingkat Ketiga, Paruh Ayam

Naik ke atas lagi, adalah bagian paruh ayam yang bergincu, berwarna merah merekah. Pada bagian ini terdapat sarana untuk menyaksikan pemandangan dari paruh ayam, namun sebuah blokade yang dibuat dari bambu.

  • Tingkat Keempat, Mahkota Ayam

Apabila muat, pengunjung juga dapat mendaki tangga menuju mahkota ayam melalui lubang kecil seukuran tubuh orang dewasa Indonesia yang belum overweight. Untungnya saya masih langsing. Yang paling mengasyikkan adalah, pemandangan dari mahkota ayam ini luar biasa indahnya.

TIPS BERWISATA

  1. Jika dari Jogja maupun magelang kota silahkan menuju Candi Borobudur. Dari depan taman candi borobudur beloklah ke kiri yakni melewati jalan borobudur – salaman. Lurus terus hingga menemukan gang atau jalan masuk menuju bukit rhema (lihat plang petunjuk jalan). Gang tersebut berada setelah pintu masuk punthuk setumbu dan sebelum pintu masuk bukit purwosari. Ikuti jalan tersebut dan kamu akan sampai di bukit rhema.
  2. ntuk menuju lokasi gereja ayam bukit rhema kamu harus trekking dari area parkir sejauh 200 meter melalui jalan berbeton.

FASILITAS

  1. tempat makan
  2. area parkir
  3. mushola
  4. penginapan

Tour Provider : indonesiaholiday.co.idindonesiaholiday.id – wisata-batumalang.com – dreamholidays.co.id – batumalangtransco.com – Tourtoindonesia.com – 082230445545 –  082230445545

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Terbaru
Tagline