Desa Penglipuran

DESA PENGLIPURAN

Sudah sejak lama Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, menjadi wilayah percontohan. Masyarakat di sana masih mempertahankan arsitektur sistem bangunan adat Bali, hingga dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia. Di desa ini terdapat tidak lebih dari 20 kepala keluarga (KK). Namun, hampir setiap hari selalu ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Para wisatawan bahkan diperbolehkan masuk ke dalam pekarangan rumah warga. Berada di desa ini jauh dari kebisingan. Udaranya sejuk serta pemandangan alam hutan bambu menambah suasana asri. Hanya membutuhkan waktu dua jam dari Bandara Internasional Ngurah Rai menggunakan kendaraan melalui jalur Gianyar. Namun biasanya, bagi wisatawan lebih memilih jalur Tampaksiring-Kintamani-Penglipuran. Di desa ini, masyarakat pun masih menjunjung budaya adat mereka. Terlihat dari perpaduan desa ini dengan suasana alam yang ada.

Bahkan desa ini sendiri sudah pernah dicanangkan sebagai desa paling bersih. Karena memang dari muka jalan hingga dalam rumah, semuanya sangat bersih. Tidak ada sampah yang berceceran. Kesejukan di kawasan ini juga masih sangat terasa. Walau saat siang hari panas matahari juga tetap menembus pori-pori kulit, akan tetapi jika dibandingkan dengan suasana kota, kawasan ini masih cukup sejuk. Hal ini dikarenakan penduduk hidup dekat dengan alam sekitarnya.

desa Adat Penglipuran, I Wayan Supat, mengaku kaget disebut sebagai desa paling bersih di dunia. Padahal kebersihan merupakan budaya diterapkan sejak dahulu. Filosofi Tri Hita Karana itu menjadi panduan, tolok ukur, acuan bagi seluruh aktivitas masyarakat di Penglipuran. Bagaimana warga membangun keharmonisan antara manusia dengan Tuhannya, manusia dengan alam, dan manusia dengan sesamanya.

Udara sejuk sekejap akan menyergap tubuh Anda selama berada di Desa Penglipuran. Nuansa pedesaan yang begitu asri memang layak untuk disambangi. Apalagi, wisatawan juga tidak akan menemukan sampah tergeletak di sepanjang Desa Penglipuran. Nama penglipuran sendiri diambil dari bahasa Pengeling Pura yang bermakna tempat suci. Sebab dari ujung pintu masuk hingga akhir perjalanan di desa, terjajar pura di setiap bangunan.

Tak heran jika desa ini semakin banyak dilirik wisatawan terlebih menjadi destinasi terbaik di dunia di awal tahun 2017. Jika tertarik untuk pergi ke sini, wisatawan lebih baik datang saat sedang dilaksanakan upacara galungan, Anda akan melihat hiasan-hiasan menarik di rumah-rumah penduduk.

Tradisi budaya khas Hindu memang terasa sekali karena semua penduduk menganut agama hindu yang percaya dengan falsafah Tri Hita Karana yang memiliki makna untuk menjadi keharmonisan antar sesama manusia

TIPS BERWISATA

  1. Wisatawan yang akan berkunjung ke sana tidak perlu takut tersesat, karena objek wisata ini sudah sangat populer dan berada di satu kabupaten dengan tempat wisata di bali lainnya seperti kawasan Kintamani atau Gunung Batur.
  2. Karena belum memiliki akses untuk transportasi umum yang memadai, ada baiknya Anda berkunjung ke sana dengan mobil pribadi, mobil sewa, atau mengikuti beberapa tour perjalanan yang diadakan oleh beberapa travel agent. Semua ini untuk kenyamanan wisata dan juga efektifitas kegiatan liburan di Bali.
  3. untuk masuk ke dalam desa, tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan bermotor dan itu artinya wisatawan harus berjalan kaki.

FASILITAS

  1. toilet, bagi yang merasa BAB saat berkunjung
  2. tempat makan
  3. area parkir

Tour Provider : indonesiaholiday.co.idindonesiaholiday.id – wisata-batumalang.com – dreamholidays.co.id – batumalangtransco.com – Tourtoindonesia.com – 082230445545 –  082230445545

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *